Jumat, 16 Maret 2012
Kamis, 26 Januari 2012
jangan ambil nikmat ini, ya Rabb
“Sampai pada saat dimana aku di takdirkan untuk bisa merasakan indahnya islam…”
Kedua orang tuaku menganut paham ajaran Kristen. Yang hingga saat ini mereka masih dalam keadaan seperti itu. Aku terlahir tentunya juga mengikuti agama yang mereka anut. Begitu pun dengan kakak dan adikku. Kakekku tak berbeda dengan mereka bahkan kakekku adalah seorang yang masih sangat mempercayai ilmu-ilmu berbau mistik.
Allah akan memberikan hidayah-Nya bagi siapa saja yang Ia kehendaki. Namun bagi yang Ia sesatkan, tak ada satu orang pun yang dapat memberikan hidayah kepada yang Ia sesatkan. Dan jika Allah menghendaki aku mendapatkan hidayah-Nya, tentu tak ada yang dapat menghalangi hidayah itu sampai kepadaku. Ya, aku memutuskan untuk memeluk islam. Itu terjadi saat aku duduk di bangku SMA. Indah sekali rasanya. Meski di lain sisi orang tuaku murka dengan keputusanku. Namun inilah awal kehidupan baru dalam hidupku. Harus tegar, harus kuat sekuat batu karang di tengah lautan. Karena memang hakikatnya perjuangan itu sangatlah pahit, namun jauh disana ada Syurga yang sangat manis telah menanti.
Aku menikah
Sosoknya lah yang sekarang menjadi teman sejatiku. Membantuku untuk tetap tsiqoh memegang kokoh dien yang mulia ini. Ia datang dengan dien yang di ridhoi Allah. Ia-nya jua yang membimbingku untuk menjadi muslimah sholihah seutuhnya. Sebelum menikah dengannya, ia memiliki syarat yang begitu mulia. Meski pada awalnya sangat terasa berat untuk di jalani, namun pada kenyataannya hingga saat ini aku masih bisa bahkan sangat ku nikmati ketika aku memakainya. Ia menyuruhku mengenakan jilbab.
Ya, jilbab yang salah satu kegunaanya adalah untuk menutupi mahkota terindah yang di miliki oleh seorang wanita, agar tidak sembarangan mata bisa memandangnya. Namun meski begitu, keberadaanya tidak menjadikan pemakainya kehilangan charisma dan keindahan. Justru terlihat lebih anggun dan bersahaja.
Tak merestui
Pernikahanku tidak di restui oleh keluarga. Bukan karena calon suamiku berbeda paham dengan keluargaku, namun karena calon suamiku adalah orang yang terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja maka keluargaku memandangnya seperti tidak pantas masuk ke dalam keluargaku. Calon suamiku berjanji pada orang tuaku, bahwa ia akan membahagiakanku dan tidak akan membiarkan aku menderita. Meski dengan berat hati akhirnya mereka mengizinkan.
Kami ingin hidup mandiri. Namun orang tuaku tidak mengizinkan aku dan suamiku pergi merantau. Setelah kami berdua berunding akhirnya kami tetap memutuskan untuk tetap merantau ke tempat yang jauh dari rumah orang tuaku. Tak ada maksud untuk menggores luka di hati orang tuaku. Namun rasa cintaku pada Rabb ku lebih bertahta di hati dari pada cintaku untuk siapa pun. Ketaatan kepada Allah menundukkan keridhoan seluruh makhluqnya….
Ujian baru
Sejak dulu aku mengidap penyakit thalasemia. Dan hingga saat ini penyakit itu masih mengidap di tubuhku dan mengharuskan ku cuci darah 2 minggu sekali. Penyakit itu menyebabkan aku tidak dapat memiliki anak. Karena jika aku memiliki anak, maka anakku kelak akan mengidap penyakit yang sama sepertiku. Sebagai seorang wanita tentu aku sangat sedih, karena aku tidak bisa memberikan keturunan untuk suamiku. Ada rasa gelisah di hatiku, karena aku khawatir jangan-jangan suamiku tidak mencintaiku lagi seperti dulu. Namun perasaanku itu salah. Ia justru menguatkanku ketika ia mendapati aku menangis akan hal itu. “Tak ada yang perlu di sesali, di tangisi, dan di takuti. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah untuk kita. Jika kita bersabar maka pahala Allah akan tercurah untuk kita.” Begitu katanya. Ia tak pernah menuntut banyak dariku. Ia hanya ingin aku tidak putus asa dalam menjalani setiap jengkal ujian yang Allah berikan. Ya, aku harus kuat.
Pelipur sepiku
Pada suatu kesempatan, suamiku menawarkan aku sesuatu. Ia berniat untuk mengadopsi anak. Ia sangat berhati-hati menyampaikan hal itu padaku. Karena katanya ia takut aku tersinggung dan sakit hati. Tapi justru sebaliknya. Aku langsung mengiyakan apa yang ia rencanakan. Akhirnya kami mengadopsi anak laki-laki yang kami dapat dari panti asuhan atau anak yang terlantar karena korban tsunami terdahulu. Anak yang kami adopsi sekarang sudah 5. Dan semuanya itu kami sekolahkan di salah satu pondok pesantren khusus untuk tahfidz. Dan Alhamdulillah 3 anakku sudah menjadi hafidz.
Kabar gembira
Semakin berlalunya waktu, semakin terasa manisnya ruh-ruh islam itu. Apalagi ketika aku mendapat kabar dari adikku kalau ia sudah memeluk ajaran islam. Aku bahagia. Orang tua juga sudah mulai menerima semua keputusanku. Mereka juga tidak marah ketika adikku memutuskan untuk ikut memeluk ajaran islam. Terbuka kembalilah hubungan antara aku dan orang tuaku yang dulu sempat tertutup bahkan terputus. Aku tak ingin menjadi api di tengah-tengah api. Karena jika aku terus menjadi api, maka api itu tak akan pernah padam sampai kapan pun.
Doaku
Impian terbesar dalam hidupku adalah aku ingin berkumpul dengan orang-orang yang aku cintai di syurga nanti. Dalam doa-doaku, aku selalu sertakan doa untuk kedua orang tuaku agar hidayah Allah juga tercurah kepada mereka. Dan kami bisa berkumpul di dalam keindahan syurga-Nya. Ya Allah, berikan hidayah-Mu untuk kedua orang tuaku….
Teman sejatiku
Tak ada lagi yang aku inginkan selain aku ingin kau terus mendampingiku, menemaniku dalam menjalani perjalanan yang panjang ini. Aku ingin kau terus membantuku dalam menghidupkan ruh-ruh islam dimana pun harus menjejak.
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita, dan menjadikan ruh-ruh islam tetap bertahta di dalam hati kita, Amien…
By :
Nizhy binti Idris
Mengenali karakter dari golongan darah
Tidak sedikit dari kita yang bingung dengan karakter diri kita sendiri, apalagi karakter orang lain. Jika selama ini kita sudah sering mendengar pembagian karakter berdasarkan bentuk wajah, postur tubuh, urutan kelahiran, tipe melankolis, sanguinis, koleris, phlegmatic dan sebagainya. Kali ini, ada cara yang lebih mudah dan menambah database kita untuk mengenali karakter seseorang, yaitu berdasarkan golongan darah.
Penjabaran koleris sifat dan golongan darah ini bukan asbak aja lho… tetapi, memang sudah dilakukan riset sebelumnya oleh seorang professor Jepang bernama Furukawa Takeji di tahun 1933. Hasil penelitian tersebut sangat popular di negerinya, tak heran jika kita membaca biodata warga negeri sakura itu pasti tercantum blood type. Hasil riset itu juga diaplikasikan untuk pembagian kelompok kelas, tim kerja, dll. Alasan logis hubungan antara golongan darah dengan karakter yaitu karena masing-masing tipe golongan darah ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak ? mari kita simak hasil riset karakter berdasarkan golongan darah…
Sifat secara umum
Golongan darah A
- Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
- Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
- Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkan terlebih dahulu dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
- Mereka berusaha membuat diri mereka se-wajar dan ideal mungkin.
- Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
- Mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunyai sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebaginya.
- Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang ber’temperamen ‘sama.
Golongan darah B
- Orang yang beergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
- Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
- Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
- Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
- Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
- Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
Golongan darah O
- Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
- Figure mereka terlihat seperti orang menerima dan melaksanakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai mentupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
- Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
- Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
- Di lain pihak, mereka sangat fleksible dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
- Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat di TV.
- Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang hati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.
Golongan darah AB
- Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitive, lembut.
- Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
- Disamping itu mereka keras kepala dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
- Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
- Mereka sering menjadi orang yang sentiment dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
- Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri memikirkan persoalan-persoalan mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)